27 Maret 2011
Paolo Maldini
Piala dunia 1994 di AS adalah Tahun saya lahir, saat Brazil bertemu Italia di final.
Ketika itu orang-orang membicarakan Romario-Bebeto di Brazil dan Roberto Baggio di Italia.
Saya yang saat itu belum genap 2bulan hanya mendengar satu sosok di kiri pertahanan Italia, Paolo Maldini.
Ketika era Romario-Bebeto dan Roberto Baggio habis dan digantikan era Zinedine Zidane dan Ronaldo, saya masih melihat Paolo Maldini.
Lalu era Zinedine Zidane dan Ronaldo habis, digantikan era Cristiano Ronaldo, Kaka, dan Lionel Messi, saya masih tetap melihat Paolo Maldini.
mungkin dari itu,posisi saya sewaktu maen sepak bola adalah bek tengah. karena Maldini adalah Pemain yang saya anggap bek terbaik saat itu
Melihat Maldini bermain selalu menyenangkan.
Tackling yang bersih, kuat, dan pintar membaca situasi..
Seorang pemain yang jadi role model untuk pemain belakang sekarang.
Pantaslah di umur 40 tahun dia masih ada di garis pertahanan Milan, ini bukan soal fisik tapi soal kharisma.
Semua penyerang hebat akan berpikir 1000 kali untuk berhadapan dengan Maldini.
Selama 24 tahun, dia berseragam AC Milan..
Pemain-pemain hebat datang dan pergi dari Milan, tapi Maldini tetap di Milan.
Maldini adalah simbol dari dekade-dekade kejayaan AC Milan..
Tak pernah sekali pun ia berniat pindah klub, bahkan kendati banyak klub dulu bersedia menggajinya dengan angka yang sungguh menggoda. Ia juga jarang sekali digosipkan, jarang tertangkap tangan mabuk-mabukan, kendati ia sebenarnya seorang DJ. Nyaris tak pernah ia berpaling pada perempuan selain istrinya, walaupun ia seorang model yang pernah membuat seorang Giorgio Armani frustasi. Ia fokus, selalu fokus, pada karirnya sebagai pemain bola, dengan berlatih dan berlatih. Seluruh hidupnya hanya untuk itu.
Maldini adalah pemain dengan sederet prestasi yang sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai legenda. Ia sudah 7 kali juara Liga Italia, 5 kali juara Liga Champions, 1 satu juara Copa Italia, 5 kali juara Super Copa Italia, 2 kali Piala Toyota (Piala Interkontinental), 1 kali juara dunia antar klub. Sudah lebih dari seribu pertandingan dijalani sebagai pemain profesional, baik di level klub maupun tim nasional.
Mungkin hanya satu yang belum dia capai, yaitu berprestasi untuk negaranya. Tapi Maldini tetap seorang legenda..
Maka pertandingan lawan Fiorentina di akhir mei 2009 terasa sangat emosional untuk Maldini bahkan untuk penggemar sepakbola.
Ribuan penonton yang datang ke Artemio Franchi dan jutaan pasang mata yang menonton di layar kaca mengerti, mereka akan kehilangan 'seseorang'.
Sosok seorang gladiator yang hanya bermain untuk sepakbola.
Jadi sangat pantas kalo akhirnya AC Milan memberikan penghargaan buat maldini..
Kostum nomor 3 sang legenda akan diistirahatkan seperti kostum nomor 6-nya Franco Baresi.
Kita tidak akan pernah melihat seorang pemain AC Milan yang memakai nomor 3.
Karena nomor 3 adalah Maldini.
tulisan ini untuk Paolo, 31 mei 2009.
***
Melihat begitu buruknya permainan Milan dan hasil-hasil yang mengecewakan di awal kompetisi, saya jadi merindukan orang ini.
Saya memang bukan fans Milan, saya hanya mengagumi Maldini. Buat saya kepergian Kaka memang besar pengaruhnya, tapi Milan butuh seseorang seperti 'Maldini'.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar